Menulis: ketika sebuah karya dihargai akan menjadi berarti

Membaca judulnya saja mungkin membuat teman-teman kurang menarik tapi coba baca deh sampai akhir artikel ini mungkin bisa membuat kalian ingin mencoba menulis bahkan menjadi sebuah hobbi. Menulis merupakan salah satu dari kegiatan Literasi, tahukah kamu kapan hari Literasi diperingati? Hayooo…
Setiap tanggal 8 September adalah hari Literasi Internasional atau hari Aksara Internasional/Sedunia atau Hari Melek Hurus Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manuisa, kominitas, dan masyarakat pada tanggal 17 November 1965.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang atau membuat surat). Menulis bukan hanya sekedar merangkai kata-kata ataupun menggabungkan angka-angka saja, tetapi menulis merupakan hasil dari kumpulan ide, gagasan, pikiran, dan imajinasi dalam bentuk tulisan atau goresan di secaring kertas. Menulis merupakan kegiatan yang tidak banyak orang gemari, tetapi masih ada beberapa orang yang terjun dan berecimpung di dunia tulis menulis. Contohnya saja Raditya Dika, siapa yang tidak kenal dengan dia, Raditya Dika merupakan salah satu artis yang terkenal karena karya tulis dan filmnya. Buku yang telah diterbitkannya, seperti: Marmut Merah Jambu, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan masih banyak lagi.

Tahu kah kamu berapa penghasilan dari menulis yang di dapat Raditya Dika? Info dari penerbit Bukune, satu kali cetak, buku Raditya Dika diproduksi sebanyak 10 ribu eksemplar dengan rata-rata setak ulang mencapai 5 kali. Raditya Dika mendapat royalty buku sebesar 10% dari harga buku. Jika harga buku rat-rata adalah Rp50 ribu maka setiap buku yang terjual Raditya Dika mendapatkan Rp5 ribu.
Jika dalam setahun kita anggap ada 2 buku yang dicetak ulang. Maka, perkiraan penghasilan Raditya Dika dari royalty buku dalam satu tahun adalah Rp5.000 x 5 (kali cetak) x 10.000 eksemplar x 2 buku = Rp500 juta/tahun. WWWWooooooooowwwwwww…

Ternyata menulis merupakan salah satu kegiatan yang menghasilkan loh. Mulai dari sekarang coba saja menulis buku dari pengalaman dan kisah-kisah yang kalian alami. Terlepas dari itu ternyata siswa/I MTs Al Jihad, Depok memulai untuk menulis sebuah buku tentang cerita fabel yang berjudul “Misteri Dibalik Hutan”, berikut merupakan judul cerita dan penulisnya:

  1. UNTA DAN KELEDAI
    Aji Khurniyawan
  2. BURUNG ELANG DAN BURUNG KENARI
    Adeliya Dwi Agustin
  3. SEMUT DAN BELALANG
    Adiba Khanza Az Zahra
  4. BUAYA YANG SERAKAH
    Andhini Pascharayana
  5. MEMANCING DI SUNGAI
    Anissa Nabila Putri
  6. KANCIL DAN KURA-KURA
    Desfita Alifia
  7. KANCIL DAN BUAYA
    Dhiya Fauziah
  8. PERSAHABATAN KELINCI DAN TIKUS
    Dhiya Syakira Putri
  9. SIPUT DAN KANCIL
    Dinar Widyastuti
  10. RUBAH KECIL
    Fairuz Syahida
  11. HARIMAU DAN SINGA
    Fania Dwi Anggraeni
  12. BERUANG DAN LEBAH
    Haviz Akbar Maulana
  13. KISAH SI BUBU, DUDU DAN SI PUPU
    Hani Aprilianti
  14. KISAH SINGA YANG SERAKAH
    Julia Dwi Izzati
  15. SI ANGSA DAN SI PARTO, BALAS BUDI SI PARTO
    Khairunnisa Azzahra
  16. HARIMAU DAN KANCIL
    M. Imam
  17. PEDRO PUNYA TEMAN
    Maulana Fadilah
  18. KANCIL BERLOMBA DENGAN SIPUT
    Nada Salsabila
  19. TIKUS DAN KUCING
    Nazwa Putri Amara
  20. SI KUCING SOMBONG
    Novita Dewi
  21. AYAM KETAWA DAN ANGSA
    Nur Putri Assyifa
  22. SRIGALA DAN HARIMAU
    Raihan Zulfikar
  23. KANCIL MENIPU KERA
    Salwa Fauziah
  24. MEMBURU HARIMAU
    Sinta Melinda
  25. KURA-KURA YANG SERAKAH
    Siti Fatimah
  26. KURA-KURA DAN MONYET
    Siti Nadila
  27. ANAK KATAK YANG SOMBONG DAN ANAK LEMBU
    Wildan Al Fatir
  28. KISAH JANGKRIK BETINA YANG SOMBONG
    Yokikhiko Veza
  29. CERITA RUSA DAN KANCIL BERSAHABAT
    Zahra Septriawati
    Inilah buku kumpulan Cerita Fabel “Misteri Dibalik Hutan” karya bersama Siswa/I kelas VII A dan VII B MTs Al Jihad 2018/2019 sebagai goretan indah proses pembelajaran “Bahasa Indonesia”. Buku Fiksi pertama dari Mata Pelajaran Bahasa Indonesia“Cerita Fabel” yang patut dibanggakan dan menjadi karya yang tersaji dengan cara yang berbeda. Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat allah SWT patut kami panjatkan.
    Fabel adalah cerita yang mengkisahkan hewan-hewan yang dapat berbicara dan memiliki pesan moral yang terdapat pada akhirceritanya. Sebagai pesan moral kepada pembaca Kisah itu jangan hanya dikanang dan hilang maka torehkan saja karyamu di secaring kertas lalu buatlah karyamu menjadi berarti bahkan menjadi inspirasi. Kumpulan Cerita Fabel “Misteri Di Balik Hutan” merupakan hasil dari proses menulis yang dialami Siswa/I secara langsung saat belajar dan terlepas dari kekurangan yang ada maka buku ini sudah menjadi bukti bahwa Siswa/I telah “Menghargai” untuk membuat karyanya lebih berarti.
    Yuk kita mulai menulis jangan biarkan imajinasi dan ide-idemu menghilang begitu saja atau hanya sekedar mendapat nilai di secaring kertas buatlah karya dan imajinasimu lebih berarti. (Aji Khurniyawan)

Related Posts

1 Comment. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu