HARDIKNAS dan Hadiah dari murid?

HARDIKNAS merupakan akronim dari HARi pendiDIKan NASional. Kebanyakan  masyarakat masih keliru dan tertukar atau mungkin belum tahu, apa itu AKRONIM?. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pengertian akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lainyang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar (misalnya ponsel : telepon seluler, sembako: sembilan bahan pokok, Kemendikbud: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan). Lalu, apakah perbedaan dari singkatan? Jelas sangatlah berbeda. Masih sama menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pengertian singkatan adalah hasil menyingkat (memendekkan), berupa huruf atau gabungan huruf (misalnya DLL: Dan Lain-Lain, hlm: HaLaMan, yth: Yang TerHormat). Nah sekarang sudah tahu kan, jadi jangan sampai keliru lagi ya…

sumber: https://www.instagram.com/sahabatsurga/

Setelah saya jelaskan apa itu akronim dan singkatan. Mari kita belajar sedikit tentang “HARDIKNAS”. Tadi diawal saya sudah jelaskan HARDIKNAS merupakan akronim dari HARi pendiDIKan NASional, lalu tahu kah kamu kapan diperingati? Apa kamu tahu juga sejarahnya? Nah sekarang saya akan jelaskan secara singkat. HARDIKNAS di peringati setiap  tanggal 2 Mei sesuai dengan Keppres Np.316 Tahun 1959 pada tanggal 16 Desembar 1959.

HARDIKNAS diperingati setiap tanggal 2 Mei sesuai dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara pada 2 Mei 1889 di kota Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli Raden Mas Soerjaningrat, beliau merupakan cucu dari Pakualam III, dan anak dari GBH Soerjaningrat. Ki Hadjar Dewantara pertama kali bersekolah di ELS (Europeesche Lagere School) yang merupakan Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa atau Belanda dan kaum bangsawan. Setelah lulus dari ELS, beliau melajukan pendidikannya di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) yaitu sekolah Pendidikan kedokteran pribumi pada masa kolonial Belanda pada saat itu terletan di kota Batavia.

Penyebab beliau tidak dapat lulus dari STOVIA adalah menderita sakit pada kala itu. Walaupun begitu Ki Hadjar Dewantara pernah bekerja menjadi seorang wartawan, dikarenakan kegemarannya dalam dunia jurnalistik atau tulis-menulis. Akibat dari tulisannya itu pun beliau menjadi diasingkan ke Pulau Bangka atas permintaannya sendiri tetapi pengasingan itu mendapat protes dari Douwes Dekker dan Dr. TjiptoMangunkusumo yaitu rekan-rekan organisasinya. Maka, ketiganya ikut diasingkan ke Negara Belanda oleh pemerintah colonial dan ketiganya dikenal dengan “tiga serangkai”.

Selama pengasingannya di Belanda, Ki Hadjar Dewantara berhasil mendapatkan ijazah Pendidikan yang bergengsi yaitu Europeesche Akte. Ijazah itulah yang membantu beliau mendirikan Lembaga-lembaga Pendidikan di Indonesia. Beliau Kembali ke Indonesia pada tahun 1919 dan langsung begabung menjadi seorang guru di sekolah yang didirikan oleh saudaranya. Lalu, beliau mendirikan sekolah yang bernama Natioonal Onderwijs Instituut Tamansiswa pada tanggal 3 Juli 1922 atau yang lebih dikenal dengan Taman Siswa. Pada usia 40 tahun yang bernama asli Raden Mas Soerjaningrat menjadi Ki Hadjar Dewantara yang bertujuan agar beliau dapat lebih dekat dengan rakyat pribumi kala itu.

Beliau pun membuat semboyan yang dipakai dalam dunia Pendidikan Indonesia, yaitu:

  1. Ing ngarso sung tulodo artinya di depan memberi contoh
  2. Ing madyo mangun karso artinya di tengan memberi semangat
  3. Tut wuri handayani artinya di belakang memberi dorongan

Kali ini peringatan HARDIKNAS pada 2 Mei lalu berdeda dari sebelumnya diakibatkan pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia. Walapun dengan terbatasnya waktu yang hanya bisa berjumpa melalui media sosial dan harus membatasi kontak langsung sesame atau sosial distancing, tidak menjadikan kami guru MTs Al Jihad, Kota Depon menyerah dengan keadaan dan kami pun mencoba untuk menyesuaikan diri dan tetap terus mengajar.

sumber: https://www.instagram.com/sahabatsurga/

Tepat pada 2 Mei 2020 kami mendapatkan hadiah ucapan terimakasih dari beberapa siswa sebagai tanda terimakasih dan kasih sayang mereka yang selama ini telah kami ajarkan banyak hal di kelas. Apa teman-teman penasaran? Apa sih yang mereka tulis?

Hani Aprilianti

Guru yang baik itu membuat siswa bodoh menjadi cerdas dan membuat siswa cerdas menjadi lebih cerdas. Terimasih bu karena engkaukami bisamembuka jendela dunia.

Nur Kamilah

Terimakasih bu guru yang selalu sabar, telaten, serta memberikan pengetahuan-pengetahuan yang belum aku ketahui. Selain itu engkau mengajari bagaimana adab dan akhlak sebagai seorang manusia.

Nur Putri Assyifa

Kami bersyukur telah menjadi muridmu.sebagai seorang guru engkau tidak hanya menjadi pengajar semata.engkau juga memberikan kami kesabaran dan kasih sayang yg besar. Terima kasih sudah mengantarkan kami menggapai mimpi-mimpi. Terimakasih sudah mennjadi guru yg sabar dalam membimbing kami yg kadang suka nakal dan suka tidak mendengarkan nasihat mu.

 Terimakasih guruku atas jasa2 mu❤❤                         

Raihan Zulfikar

Engkau yang telah mengajarkan banyak ilmu kepada kami,engkau yang besabar dalam mendidik kami,tanpa mu kami hanyalah orang tak berilmu ,tanpamu kami hanya seseorang yang dapat mengenal tanpa mengetahui suatu hal.

Terima kasih guru jasa mu tak akan kami lupakan,dan ilmu mu akan kami gunakan sebaik mungkin

Siti Patimah

Guru terimakasih telah sabar dalam mendidikkudan tak pernah lelah membagikan ilmu mu kepada ku.

Guru adalah manusia biasa yang kadang pernah salah dan khilaf. Maafkan kami pula jika pernah melakukan kesalahan. Kalian jangan menyerah, harus teruslah maju dan berkembang sampai cita-citamu tercapai (inilah pesan kami guru mu). (Aji Khurniyawan)

Related Posts

1 Comment. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu