Sejarah singkat R.A Kartini dan cara memperingati hari lahirnya saat pandemi virus corona seperti saat ini

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang lebih dikenal sebagai R.A Kartini. Beliau lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879 dan wafat di Rembang, Jawa ‘tengah pada 17 Septembar 1904. Nama orang tua beliau Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat (Ayah) dan M.A. Ngasirah (Ibu). Beliau juga mempunya 10 saudara diantaranya; R.M Slamet Sosroningrat, P.A Sosrobusono, R.A Soelastri, Drs. R.M.P Sosrokartono, R.A Roekmini, R.A Kardinah, R.A Kartinah, R.M Muljono, R.A Soematri, dan R.M Rawito. Beliau menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat dan dikarunia satu orang anak yaitu Soesalit Djojoadhiningrat.

Menurut tradisi jawa gelar R.A (Raden Ajeng) digunakan oleh Kartini Ketika ia belum menikah, tetapi jika sudah menikah maka gelar yang digunakan adalah R.A (Raden Ayu). Ayahnya merupakan putra dari Pangeran Aryo Tjondronegoro IV yang merupakan seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati Jepara. Selain itu, ibu beliau merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Jepara.

Diatas merupakan sekilas sejarah tentang R.A Kartini tetapi saat ini dunia sedang resah karena dilanda pandemi virus corona yang berbahaya dan mematikan. Virus corona dapat menyebar melalui udara dan sentuhan benda yang terjankit virus tersebut. Oleh karena itu mengakibatkan hampir semua sektor pekerjaan berhenti sejenak dan pekerjanya harus dirumahkan agar penyebaran virus corona dapat diredam.

Salah satunya adalah sektor pedidikan, semua siswa/I dan guru dirumahkan. Walaupun begitu gurupun tetap mengerjakan tugasnya tetapi saat perayaan hari lahir R.A Kartini kemarin ada yang berbeda. Ya, akibat pandemi virus corona maka semua orang dilarang mengadakan kegitan yang mengibatkan berkumpulnya orang-orang dalam jumlah besar tetapi kami tidak menyerah dan mencari cara dan jalan lain agar dapat memperingati hari lahir R.A Kartini.

Kali ini cara memperingatinya dengan memberikan tugas kepada siswa/I untuk membuat kalimat ucapan terimakasih kepada guru-guru wanita yang mengajar di sekolah MTs Al Jihad, Kota Depok. Berikut merupakan kalimat ucapan untuk guru-guru wanita di MTs Al Jihad, Kota Depok yang tak kenal Lelah untuk mengajar walaupun saat pandemi seperti ini.

Tiada arti hidupku sekarang tanpa bimbinganmu, engkau yang telah menunjukan kepadaku mana hal yang benar dan yang salah. Hingga kini aku menjadi sosok yang pantas untuk dikagumi. Guru engkau bagaikan setitik cahaya di kegelapan, walaupun sinarmu kecil tetapi cahayamu dapat menerangi kegelapan. Begitulah perumpamaan dahsyatnya kebaikan yang telah kau berikan untuk dunia Pendidikan agar lebih baik lagi. Terimakasih guruku tanpamu apa jadinya aku. (Bahzi Sahfaraz)

Guru….
Aku tahu betapa besar jasa-jasamu kepadaku dan yang telah mendidiku selama ini. Aku tak mampu membalanya hanya ucapan terikasih setulus hatidan doa. Semoga Panjang umur dan Bahagia wahai guruku.
(Hilma Wardatunisa)

Terimakasih
Setiap hari ku dibimbingnya agar tumbuhlah bakatku. Kan kuingat selalu nasihat guruku terimakasih ku ucapkan terimakasih guruku, Miss Merry Maryam.

Guru Tiada Tara
guru bagaikan pelita penerang dalam kegelapan ,jasamu tiada tara, perjuangan dan pengorbananmu tak akan ku lupakan dari ingatan ku . terimakasih ku ucapkan, terimakasih guruku. ^^ (Laura Amelia Putri)

Terimakasih Guru

Terimakasih guru atas semua jerih payahmu, lelahmu, sabra dan tekun mengajariku dengan baik. Kami memohon maaf jika apabila kami banyak membuat salah dan membuatmu kelas dalam mengajari kami,guru jasamu akan kami ingat selalu.

“Thank You Teacher”
You are great

(Nadia Fauziah)

Wahai guruku engkau lah pahlawan ku ketika aku sedang belajar engkau lah panutan, panutan untuk ku ketika aku berbuat kesalahan engkau selalu memaafkan. (M. Nuril Fajar)

Dia memang seorang wanita… tapi dia adalah wanita yang mulia dan berjiwa besar. Yang mendidik seseorang menjadi lebih baik lagi. Dia adalah contoh dan inspirasi para wanita dia mendidik tanpa kenal lelah agar seseorang itu dapat mencapai cita-citanya, berkat yang hanya dari seorang wanita biasa namun mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang maju.

Siapa dia?

Ya.. dia adalah seorang guru. Guru yang sangat mulia, guru yang terus berjuang sampai anak muridnya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan manusia yang mengenal berbagai aturan hidup. Ku ucapkan kepadamu banyak-banyak terimakasih atas perjuanganmu selama ini. Memang dengan kata terimakasih saja tidak cukup untuk membayar jerih payahmu, keringatmu, dan jasa-jasa yang telah engkau korbankan demi kami tapi hanya itulah yang dapat kami berikan kepadamu. Kau menjadi pelita dalam kegelapan yang sunyi dan menjadi petunjuk dalam semua permasalahan kami. Guru.. ya itulah julukanmu, sebagai seorang manusia yang sangat berarti, tanpamu kami bukanlah apa-apa, dan tanpamu kamitidak akan tahu bagaimana aturan hidup.

Kadang.. perilaku kami yang membuatmu marah, kesal, dan tidak nyaman. Untuk semua itu kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Atas perlakuan kami selama ini, sampai kapanpun kau tak akan pernah tergantikan, dan semua jasa-jasamu selama ini kami tidak akan pernah melupakannya. Sekali lagi ku ucapkan terimakasih untuk semuanya.

Dear My Teacher (Nurul Islami Putri)

“Terimakasih Guruku”

Kemanapun kami pergi, serta apapun yang kami lakukan, kami tak akan pernah melupakan jasamu, dan terimakasih untuk semua perhatianmu. Kau selalu menjadi yang terbaik WAHAI GURUKU. (Reska Sayla Kamila)

Guruku..
Engkau diciptakan untuk menjadi pahlawan
Engkau ditakdirkan menjadi manusia pilihan
Engkau dihadiahkan banyak pahala
Sebagai balasan pahlawan tanpa jasa

Perkenalkan dengan ini saya “Siti Sobariah” dari kelas VIIA mengucapkan banyak terimakasih yang tak terhingga atas semua jasa dan pengorbanan yang telah ibu berikan. Atas semua ilmu dan adab yang ibu ajarkan. Saya hanya bisa berdoa agar ibu guru bisa mendapat pahala yang tiada henti-hentinya dan tak lupa agar ibu sehat selama hidupnya… Amiin. (Siti Sobariah)

Ya begitulah anak-anak murid kami, mereka telah mengungkapkan isi hatinya dan semoga saja apa yang mereka cita-citakan akan tercapai, Amin..

Oke sekian dulu ya dan sampai bertemu lagi di artikel-artikel berikutnya… (Aji Kh.)

Related Posts

2 Comments. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu