MTs Al Jihad, Depok: Bakat siswa/i sebagai Reporter

Maaf nih saya sudah lama tidak menulis Kembali dikarenakan ada beberapa urusan yaaaa maklum mimin kan orang sibuk. Hehehehe

Ya kali ini saya akan membahas bakat terpendam siswa/I yang terpendam. Menurut saya sendiri semua siswa/I memiliki bakatnya masing-masing tetapi tidak semua guru mengerti serta tahu apa yang mereka miliki. Lalu bagaimana cara mengetahuinya? Dan jika sudah mengetahui apa yang harus dilakukan?

Pertama cara mengetahuinya itu sudah. Bakat mereka terbentuk karena hobi. Hobi adalah kesenangan atau kegemaran yang sering mereka lakukan. Hobi sangat menunjang bakat mereka, jika mereka hobi dalam renang maka bisa jadi mereka berbakat dalam berenang.

Selain itu, bisa memalui kesukaan atau kegemaran, ingat kesukaan bukan berarti itu hobi tetapi kesukaan hanya sekedar menggemari, dan kesukaan belum tentu kebiasaan. Contohnya saja kesukaannya dalam mendengarkan musik, melihat-lihat seni lukis, dan lain sebagainya.

Bahkan kita bisa lihat dari kehidupan sehari-hari baik di rumah atau di dalam bergaulnya. Mungkin ini yang agak sulit karena kita harus benar-benar mengerti kondisi dan keadaan anak. Anak pun tidak bisa dipaksa untuk mengikuti apa kemauan dari kita melainkan anaklah yang memilihnya.

Jika anda sudah menemukannya maka hanya tinggal mengarahkan susuai apa yang mereka inginkan. INGAT JANGAN DI PAKSA. Pemaksaan akan berakibat fatal dan akan mendapatkan hasil sebaliknya. Selain itu Ketika ada kesalahan kitapun sebagai pembimbing haruslah sabar dan harus menjelaskan kesalahan lalu ajarkan yang seharusnya mereka lakukan.

Kali ini saya memilih metode kehidupan sehari-hari mereka. Saya memilih satu orang siswa dan satu orang siswi, keduanya saya pilih karena mereka mudah bergaul, selain itu mereka pun memiliki percaya diri dan tidak malu dalam tampil di muka umum. Selanjutnya saya mengenalkan bagaimana menjadi reporter, setelah itu saya berikan mereka pemahaman dari segi teori, dan setelah dirasa cukup baru saya tes mereka untuk berbicara di depan kamera.

Sumber: https://youtu.be/bcRGg5B85g8

Selanjutnya mereka saya tantang untuk membuat video berita. Siapa sangka bakat mereka melebihi ekspetasi saya. Berita yang saya maksud adalah membuat berita kurban pada hari Idul Adha tahun 1414 hijriah atau tahun 2020 kemarin. Reporter pertama bernama Raihan Zulfikar yang mewawancarai bapak Nur Muhammad, S. Pd salah satu guru sekaligus panitia dalam penyembelihan hewan kurban dan Reporter ke dua bernama Fairuz Syahida mewawancarai Ibu Dra. Hj. Neni Argaeni, M.Pd.I sebagai ketua Yayasan MTs Al Jihad, Kota Depok.

Jika anda penasaran bisa klik website di atas. Pesan saya hargai usaha mereka mungkin dari pandangan kita sebagai pembimbing masih ada yang kurang tetapi mereka sudah berusaha dengan cara mereka dan mereka hanya perlu dibimbing. Jika kita bisa mengarahkan mereka maka mereka akan berhasil lebih dari yang kita harapkan dan tidak jarang murid lebih pintar atau jago daripada gurunya.


Kalau ngopi jangan pakai gula.
Sampai bertemu lagi di artikel berikutnya.

(Aji Khurniawan)

Related Posts

1 Comment. Leave new

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu