Hari Anak Nasional di Masa Pandemi

Lagi lagi dan lagi. Pandemi masih saja menjadi polemik dimana saja bahkan dapat melumpuhkan kegiatan tatap muka dalam proses belajar mengajar. Bukan masalah pandemi yang akan saya tekankan tetapi kita harus tetap saling mengingatkan karena virus ini sangat berbahaya karena dapat merenggut nyawa terutama diusia yang sudah tidak muda lagi atau lansia. Hanya dengan tetap menjaga jarak, selalu mencuci tangan, rajin berolahraga dan berjemur dipercaya dapat mengurangi bahkan menghindari kita terjangkit dari virus tersebut.

Taukah kamu Hari Anak Nasional diperingati? Sesuai dengan keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1948 pada Tanggal 19 Juli 1948, diperingati setiap tanggal 23 Juli. Kala itu Hari Anak Nasional merupakan gagasan dari Presiden Soeharto pada tahun 1984. Ia menilai bahwa anak-anak merupakan asset kemajuan bangsa sehingga perlu diperi peringatan. Peringatan Hari Anak Nasional memiliki arti untuk tanda kepedulian seluruh bangsa terhadap tumbuh kembang anak.

Pemerinta juga membuat program untuk mendorong keluarga menjadi Lembaga pertama dan  utama dalam melindungi anak sehingga dapat melaghirkan generasi bangsa yang tidak hanya sehat tetapi juga cerdas dan berakhlak mulia. MTs Al Jihad merupakan salah satu sekolah yang terus membangun dan mendorong bahkan mengembangkan prestasi yang dimiliki siswa-siswinya. Di sini kami sebagai guru dan pembimbing terus berusaha dengan sepenuh hati agar siswa/I kami dapat memiliki kemapuan lain selain dibidang  akademik yang diharapkan akan dapat membatu dan menolong mereka kelak.

Pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 2020 ini agak berbeda. Guru bahasa Indonesia yakni Aji Khurniyawan menugaskan siswa/inya untuk membuat ucapat terimakasih kepada guru-guru yang telah membimbing dan mengajari mereka banyak hal. Penasaran apa yang mereka ucapkan? Yuk kita baca…

Terimakasih telah sabar mendidikku dan tak pernah lelah membagikan ilmumu kepadaku. Karena seorang guru pun selalu mengajarkan kita untuk menghafal dan mengingat, bukan untuk melupakan. Terimakasih guru (Abidah Ardelia)

Terimakasih ku ucapkan pada guruku yang tulus untuk mengajari ilmu yang berguna untuk bekalku nanti. Saya berterimakasih atas jasa bapak/ibu guru berikan berikan selama ini. Bapak/ibu guru tidak mengenal rasa Lelah dalam mengajari kami. Terimakasih guru (Alfi Zahro Noviana)

Terimakasih guruku engkau telah berjasa dalam hidupku, mengajariku apa sebuah arti arti belajar, dan engkau telah merubah hidupku menjadi indah. Engkau guruku yang sangkat berharga di hidupku, engkau mengajariku arti sopan santun, dan engkau guruku yang sangat ku sayangi. Terimakasih guruku, aku tak akan melupakan jasamu. (Anyelir Anglina)

Kami selalu bersyukur atas apa yang berikan kepada kami. Guru bukan hnaya mengajari kami akan tetapi juga membimbing kami. Terimakasih guru, terimkasih untuk ilmu-ilmu yang telah kau berikan. Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu bangsa dan guru adalah pejuang tanpa tanda jasa. Terimakasih untuk semua pengabdianmu, guru memang bukanlah orang hebat tetapi semua orang hebat berkat dari jasa seorang guru. Terimkasih guruku (Aulia Putri)

Bu guru, terimakasih  telah membimbing kami ke pintu gerbang  masa depan. Jasamu tidak akan pernah hilang dikehidupanku. Untuk guru yang mulia, jasa kalian akan selalu kami kenang tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa terimakasih atas apa yang telahkalian berikan pada kami. Terimakasih atas segala yang engkau korbankan untuk kami. (Muhammad Renaldy Putra)

Wahai ibu guru ku,engkau ada lah pelita dalam kegelapan”jasa mu sangatlah besar tidak ada kata lain selain ucapan terima kasihku kepadamu ibu guru. Ibu guru ku bekal yang diterima peserta didik pertama kali adalah bekal kepercayaan diri, Ibu guru engkau lah yang mengajariku percaya diri agar kelak aku menjadi orang yang sukses. Terima kasih ibu guru ” Jasa mu tidak akan ku lupakan ibu guru (Rani Rahayu Ningsih)

Seiring berjalannya waktu mereka akan menjadi dewasa entah kapan tapi kami (guru) yakin suatu saat nanti akan bertemu lagi. Saat ini mereka masih menjadi anak-anak yang masih suka bermain tetapi setidaknya mereka sudah memiliki karya, mereka mampu mengeluarkan pendapatnya, kami sebagai guru wajib mengapresiasi karya mereka. Terimakasih murid-muridku. (Aji Khurniyawan)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu